1.
Aspek-aspek pada IT Governance dan Risk Management
·
Risk Management
adalah serangkaian prosedur dan metodologi serta analisa terhadap setiap proses
atau kegiatan yang digunakan untuk mengidentifikasi resiko, melakukan tindakan
atau persiapan untuk meminimalkan kemungkinan terjadinya suatu resiko dan
meminimalkan dampak negatif yang ditimbulkan oleh resiko tersebut.
·
Tujuan utama Risk
Management adalah untuk keberlangsungan hidup, bisnis dan proses / kegiatan
operasional.
·
Elemen atau unsur
terpenting yang selalu melekat didalam aplikasi tujuan Risk Management adalah
unsur keamanan (Security) dan keselamatan (Safety).
·
Guna mendapatkan
semua aspek diatas, maka diperlukan metoda atau pola pikir untuk selalu “sudah
melakukan sebelum orang lain memikirkan” (view step aheads) dengan sikap
proaktif, responsif, penuh tanggungjawab, peduli dan penuh disiplin.
·
Dalam tataran
aplikasi di lapangan, dibutuhkan departemen dalam Divisi Risk Management yang
secara khusus mengantisipasi dan menangani keadaan darurat atau krisis. Apakah
itu dinamakan Fire Prevention Team, Risk Control Team (RCT), atau pun Crisis
Management. Tim ini dibentuk khusus untuk menangani masalah ini.
·
RCT adalah team
yang bertugas untuk menjaga keamanan dan keselamatan dengan cara menganalisis
kedepan atas setiap proses, mengidentifikasi resiko, melakukan persiapan atau
tindakan aksi untuk meminimalisasi resiko, serta meminimalisasi resiko atau dampak
dari resiko yang sudah terjadi.
·
Tindakan RCT dalam
perspektif Risk Management mencakup 4 tahapan, yaitu : Pertama, Identifikasi.
Kedua, Mitigasi (Pencegahan Antisipasi), Ketiga Kontinjensi (Penanggulangan)
dan terakhir Keempat Recovery (Pemulihan).
2.
Contoh aspek IT Governance dan Risk Management
a. IT Governance
·
Kebutuhan bisnis
Suatu
organisasi atau perusahaan harus memiliki dokumen rencana bisnis (bussiness
plan) yang menuangkan semua proses bisnis yang ada. Pada dokumen tersebut harus
tertuang kebutuhan organisasi atau perusahaan dengan tetap memperhatikan
kriterian informasi sesuai COBIT.
·
Sumber daya TI
Sebagai
organisasi atau perusahaan pasti tidak luput dari penggunaan sumberdata TI,
baik berupa data, sistem aplikasi, teknologi, dan juga sumber daya manusia di
bidang TI.
·
Proses TI
Pada
proses TI, pengejawantahan dari COBIT dilakukan. Organisasi atau perusahaan
yang sudah mapan dan sadar TI biasanya sudah menerapkan sebagai bagian dari
standar dan prosedur yang digunakan.
b. Risk
Management
·
Penetapan Objektif
Kriteria
informasi dari COBIT dapat digunakan sebagai dasar dalam mendefinisikan
objektif TI.
·
Identifikasi
Resiko
Identifikasi
resiko merupakan proses untuk mengetahui resiko.
·
Penilaian Resiko
Penilaian
resiko merupakan proses untuk menilai seberapa sering resiko terjadi atau
seberapa besar dampak dari resiko.
·
Respon Resiko
Untuk
melakukan respon terhadap resiko adalah dengan menerapkan kontrol objektif yang
sesuai dalam melakukan manajemen resiko.
·
Monitor Resiko
Setiap
langkah dimonitor untuk menjamin bahwa resiko dan respon berjalan sepanjang
waktu.
3.
Langkah-langkah pada auditing IT Governance
a.
Sasaran Audit
(Tentukan sistem secara spesifik, fungsi atau unit organisasi yang akan diaudit)
b.
Jangkauan Audit (
Identifikasi sistem secara spesifik, fungsi atau unit organisasi yang akan
dimasukkan lingkup pemeriksaan)
c.
Rencana Pre-Audit
(Identifikasi kebutuhan keahlian Teknik dan sumber daya yang diperlukan untuk
audit, identifikasi sumber bukti untuk tes atau review)
d.
Prosedur Audit
& Langkah Pengumpulan Bukti Audit (Identifikasi & pilih pendekatan audit,
Identifikasi daftar individu untuk interview, identifikasi kebijakan yang
berhubungan dengan standar untuk interview, mengembangkan instrument audit dan
metodologi pengujian)
e.
Prosedur Untuk
Evaluai (Organisasikan sesuai kondisi dan situasi, identifikasi prosedur
evaluasi)
f.
Pelaporan Hasil
Audit (Siapkan laporan yang objektif, konstruktif, dan menampung penjelasan
auditee)
4.
Audit IT pada domain EDM, APO, BAI, DSS, dan MEA
a. Audit IT pada
domain EDM (Evaluate, Direct, and Monitor)
Proses
tata kelola EDM berurusan dengan tujuan stakeholder dalam melakukan penilaian,
optimasi risiko dan sumber daya, mencakup praktek dan kegiatan yang bertujuan
untuk mengevaluasi pilihan strategis, memberikan arahan kepada IT dan
pemantauan hasilnya.
b. Audit IT pada
domain APO (Align, Plan, and Organise)
Proses
manajemen APO memberikan arah untuk penyampaian solusi (BAI) dan penyediaan
layanan dan dukungan (DSS). Domain ini mencakup strategi dan taktik, dan
identifikasi cara terbaik agar IT dapat berkontribusi pada pencapaian tujuan
bisnis.
c. Audit IT pada
domain BAI (Build, Acquire, and Implement)
Proses
manajemen BAI memberikan solusi dan mengimplementasikannya sehingga berubah
menjadi layanan. Untuk mewujudkan strategi IT, solusi IT perlu diidentifikas
ikan, dikembangkan, serta diimplementasikan dan di integrasikan ke dalam proses
bisnis. Perubahan dan pemeliharaan sistem yang ada juga tercakup dalam domain
ini, untuk memastikan bahwa solusi dapat memenuhi tujuan bisnis.
d. Audit IT pada
domain DSS (Deliver, Service, and Support)
Proses
manajemen DSS menyampaikan solusi yang dapat digunakan bagi pengguna akhir.
Domain ini berkaitan dengan penyampaian dan dukungan layanan aktual yang
dibutuhkan, yang meliputi pelayanan serta pengelolaan keamanan dan
keberlangsungan dukungan layanan bagi pengguna, dan manajemen data dan
fasilitas operasional.
e. Audit IT pada
domain MEA (Monitor, Evaluate, Assess)
Proses
manajemen MEA memonitor semua proses untuk memastikan bahwa pengarahan yang
disediakan domain yang sebelumnya diikuti. Semua proses IT perlu dinilai secara
teratur dari waktu ke waktu untuk mengontrol kualitas dan kepatuhannya. Domain
ini merujuk pada manajemen kinerja, pemantauan pengendalian internal, kepatuhan
terhadap peraturan dan tata kelola.
Komentar
Posting Komentar